Siklus Refrigerasi

siklus refrigerasi

Berikut ini adalah Siklus Refrigerasi sistem pendingin.

keterangan:

  • D-E: refrigerant dalam keadaan Gas bertekanan tinggi
  • E-A: refrigerant berubah wujud dari gas menjadi cair (tekanan tetap, suhu tetap tetapi kalor diambil)
  • A – sampai katub expansi: refrigerant yang telah berubah menjadi cair, didinginkan lanjut (sub-cooling) agar menjadi sepenuhnya berubah jadi liquid
  • B: refrigerant diturunkan tekanannya (Liquid low Pressure)
  • B-C: refrigerant berubah wujud dari cair menjadi gas (tekanan tetap, suhu tetap tapi diberikan kalor)
  • C – sampai kompresor: refrigerant yang telah berubah menjadi gas, dipanaskan lebih lanjut (superheat) agar sepenuhnya jadi gas saat masuk ke kompresor.

Musicool mudah terbakar?

479115_20140505121153Syarat Terjadinya flame adalah apabila ada unsur Oksigen, Sumber Api/Sumber Panas, maupun bahan yang bisa terbakar (bahan-bakar) yang muncul secara bersama-sama. Jika ketiga unsur ini hadir sesuai kriterianya, maka dapat dipastikan terjadi flame, hal ini berlaku untuk setiap kejadian kebakaran.

479115_20140505122433Setiap Bahan Bakar/Bahan yang bisa terbakar, memiliki Lower Flammability Limit (LFL) dan memiliki Upper Flammability Limit (UFL). LFL merupakan limit minimal untuk terjadinya kebakaran/flame, artinya kalau bahan bakar (dalam bentuk gas/uap) tidak memenuhi limit minimal ini, maka flame tidak akan terjadi. Sedangkan UFL adalah batas maksimal terjadinya flame, artinya kalau jumlah bahan bakar yang ada (dalam bentuk gas/uap) melebihi limit yang ditentukan, maka flame tidak akan terjadi (too rich fuel, lack oxigen). Gambar ini merupakan gambar LFL dan UFL Hidrokarbon (MC22/r290) yaitu 2% atau 40Gram per M3 (LFL) dan 10% atau 200Gram per M3

Maka agar dapat terjadi kebakaran kalau syarat-syarat ini terpenuhi

  • Segitiga api
    • bisa saja muncul bersamaan, tetapi jaranglah.
  • bahan bakar yang ‘pas’ memenuhi syarat terbakar [ada dalam rentang LFL dan UFL]
    • Pengisian MC22 pada AC 2pk, hanya 600gram, sedangkan andaikata AC 2pk ini dipasang pada ruangan 3m x 3m x 3m (yang hanya butuh AC 1/2pk) maka dengan Volume Ruang 27m3, diperlukan paling sedikit 1080gram agar terbakar (didapat dari: 40gr x 27m3), maka jumlah minimalpun tidak tercapai
    • Kebocoran pada evaporator, kondensor, ataupun pipa dan flaring tidak langsung membuang seluruh refrigerant (bocor yah pelan2) sehingga konsentrasinya cukup kecil untuk terjadinya flame

 

  • Ruangan yang terisolasi (tidak ada pertukaran udara sama sekali)
    • tidak ada jendela, tidak ada pintu sehingga udara di dalam ‘fix’
    • jumlah oksigen fix, jumlah MC22 yang bocor fix (tdk bisa terbuang lewat jendela, pintu) dan menyentuh titik LFL serta dibawah UFL, ada juga sumber api…
    • ini hanya terjadi pada percobaan laboratorium 😀

 

  • sama sekali tidak ada sirkulasi udara (tdk ada fan/blower/kipas) sehingga gas terkonsentrasi [menyentuh titik LFL dibawah UFL] pada salah satu bagian ruangan

Maka dapat dikatakan jangan takut untuk menggunakan Hidrocarbon sebagai refrigerant/freon pengganti, selama dilakukan handling dengan tepat maka tidak akan terjadi kebakaran/flame.

sebagai contoh: Pengguna motor setiap hari duduk diatas bahan yang mudah terbakar (bensin); DI rumah, paling tidak terdapat tabung gas elpiji 3 atau 12kg dan digunakan untuk memasak. pertanyaanya, apakah aman?? ya selama dilakukan pekerjaan sesuai prosedur, demikian juga dengan proses retrofit R22 menggunakan MC22.

Jika anda berminat mengkonversi/meretrofit AC anda agar lebih hemat energi, dapat menghubungi kami

08129779158, 081617154595

kami memberikan jaminan bahwa temperatur indoor paling tidak sama antara sebelum dan sesudah retrofit. [kami melakukan pengukuran dengan membandingkan suhu udara yang masuk ke evaporator dengan suhu udara keluaran sebelum di retrofit dengan sesudah di retrofit].

 

Musicool, Refrigerant Ramah Lingkungan

Musicool adalah refrigerant buatan pertamina, Musicool (MC) 22 adalah refrigerant yang dapat menggantikan R22 secara langsung, tanpa melakukan modifikasi pada alat pendingin.

Musicool adalah hidrokarbon yang merupakan refrigerant yang didapat dari alam (gas alam) sehingga memiliki index ODP 0 (sama sekali tdk merusak lapisan ozon) dan index GWP 3 (artinya MC hanya menyumbangkan pemanasan global 3x lebih banyak dari CO2, bandingkan dengan R32 GWP-nya 675; R410A GWP-nya 2088; R22 GWP-nya 1810)

MC22 adalah nama yang dikenal di Indonesia, di kalangan pendingin, MC22 adalah sama dengan R290 (Propana).

MC22 merupakan refrigerant kelas A3 artinya memiliki tingkat flamabilitas tinggi. Tapi dengan proses retrofit/penggantian yang benar, maka tidak akan ada masalah. selain itu, tingkat Lower Flamability Limit adalah 40gr/m3 dengan catatan tidak ada ventilasi sama sekali (ruangan tertutup).

Nah, andaikata kita memasang AC 2PK pada ruangan dengan ukuran 3x3x3(yang sebenarnya cukup menggunakan ac 1/2 pk) maka diketahui volume ruangan tsb 27 m3 dan bila dikalikan 40, maka didapat 1080gr untuk terjadinya kebakaran, sedangkan pada AC 2pk, penggunaan hidrokarbon sekitar 600gr, masih jauh dari terbakar……

Penggunaan MC22 pada mesin pendingin dapat menurunkan penggunaan listrik sekitar 10-30% (tergantung mesin pendingin yang digunakan).

Jika anda berminat mengkonversi/meretrofit AC anda agar lebih hemat energi, dapat menghubungi kami

08129779158, 081617154595

kami memberikan jaminan bahwa temperatur indoor paling tidak sama antara sebelum dan sesudah retrofit. [kami melakukan pengukuran dengan membandingkan suhu udara yang masuk ke evaporator dengan suhu udara keluaran sebelum di retrofit dengan sesudah di retrofit].